Jumat, 13 April 2012

jangan biasakan mengeluh


Jangan Biasakan Mengeluh

bahaya mengeluhdakwatuna.com – “Apa yang terjadi pada Anda tidak penting. Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada Anda.” (DR. Robert Schuler)
Hidup adalah proses panjang melelahkan yang penuh coba dan goda, seperti dunia yang bagaikan penjara bagi mereka yang bertaqwa. Karena bagi pencari keridhaan Yang Esa, kalaupun dia hartawan atau hanya sabar dan syukurlah perhiasan yang dia punya. Tidaklah semua itu berharga, melainkan hanya cicipan ala kadarnya dari surga yang kenikmatannya abadi tiada tara.
Dalam The Way To Win karya Solikhin Abu Izzuddin dikisahkan, pada suatu hari sebagai qadhi-semacam hakim agung tingkat nasional- ia berkendara keledai yang bagus (Mitshubishi kuda kalau sekarang). Pakaiannya bagus, performanya meyakinkan. Saat melintas di sebuah pasar tiba-tiba seorang Yahudi pedagang minyak menghadang. Memegang tali keledai sang Imam seraya berkata, “Ya Syaikhul Islam, Anda menyatakan bahwa Nabimu bersabda, ‘dunia itu penjara orang beriman dan surganya orang kafir’. Dengan penampilan Anda yang seperti ini, Anda dipenjara seperti apa? Dan dengan keadaan saya yang seperti ini, saya berada di surga seperti apa?”
Ibnu Hajar menjawab, “Dengan kondisi seperti ini, saya dibanding dengan nikmat yang Allah janjikan di akhirat, seolah dalam penjara. Engkau dengan kondisi seperti itu, dibandingkan dengan siksa yang Allah ancamkan di akhirat nanti, sekarang berada di dalam surga.”
Luar biasa! Mendengar jawaban tersebut, Yahudi spontan masuk Islam. Sehebat apapun orang mukmin di dunia, ia masih berada dalam “penjara keterbatasan”. Segembel apapun orang kafir, mereka masih di surga, sebab masih ada neraka menyala menanti mereka.
Inilah ketetapan Allah Azza wa Jalla, bahwa sebenarnya bagi orang-orang beriman telah tersedia surga yang kekal selamanya. Asalkan mau berusaha, bersabar lalu berdoa memasrahkan segala daya yang telah terupaya pada-Nya Yang Kuasa. Maka tidaklah pantas mengeluhkan kehendak-Nya yang terjadi pada kita, karena sebenarnya;
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (TQS. Al-Hadid: 22)
Manusia memang diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, tapi itu bagi mereka yang tak mau berfikir. Bahwa jika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sebenarnya dia sedang diberikan kesempatan untuk bisa ditempatkan-Nya pada posisi yang lebih baik dari sebelumnya.
Namun jika kita mengeluh, sama saja telah menyangsikan kekuasaan Allah. Karena secara tidak langsung hal itu menandakan buruknya persangkaan kita pada Allah, sementara Allah mengikuti persangkaan hamba-Nya. Padahal;
“Sesungguhnya jika Allah akan mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberikan ujian kepada mereka. Barang siapa yang bersabar, maka kesabaran itu bermanfaat baginya. Dan barang siapa marah (tidak sabar) maka kemarahan itu akan kembali padanya.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, Ibnu Muflih berkata, “Isnad hadits ini baik”)
Maka sebenarnya bila kita mampu mengurangi kebiasaan mengeluh atau tidak mengeluh sama sekali dan berusaha berbaik sangka pada-Nya, hal itu akan menjadi penyumbang bagi kebaikan kehendak-Nya pada kita.
Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk tidak mengeluhkan masalah (Apa yang terjadi pada Anda tidak penting). Tapi mari kita berfikir cerdas dan berusaha ikhlas mencari solusi secara tuntas (Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada Anda). Penulis pun terus belajar untuk hal ini.
Syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasa-Nya
bagi hamba-Nya yang sabar
dan tak kenal putus asa
(D’Masiv – Jangan Menyerah)
“…Kemudian apabila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian…”    (TQS. An-Nisa: 59)

ciri2 istri calon penghuni surga

Tanda-Tanda Istri Calon Penghuni Syurga


Hadits yang berasal dari Abdurrahman bin ‘Auf Rasulullah bersabda: Seorang isteri yang mengerjakan shalat, berpuasa, memelihara kehormata dirinya serta patuh kepada suaminya, kelak di negeri akhirat dipersilakan masuk syurga melalui pintu mana saja yang ia senangi.
(HR Ahmad).
Di dalam hadits di atas Rasulullah menjelaskan kepada umatnya terutama kepada isteri-isteri muslimah begitu mudahnya menjadi penghuni syurga. Tiket masuk syurga bagi seorang isteri yang shalihah tidaklah berat, tidak perlu kepada uang yang banyak atau tidak perlu mengeluarkan tenaga besar.
Paling kurang ada empat syarat utama seorang isteri bakal menjadi ahli syurga di akhirat nanti. Pertama, mengerjakan shalat. Seorang isteri yang shalihah tidak mengabaikan shalat lima waktu sehari semalam. Seorang isteri yang dibebani dengan berbagai macam kesibukan atau urusan rumah tangga tidak membuatnya melalaikan shalat, memperhatikan kebersihan diri, pakaian dan rumahnya dari kotoran najis termasuk dari kencing anak-anaknya. Bila kencing anak mengena lantai perlu dicuci dengan sebaik-baiknya jangan asal sembarang lap, sehingga benar-benar lantai itu bersih dan suci. Kalau sudah suci termasuk di dalamnya bersih tapi kalau lantai nampak bersih belum tentu suci.
Kedua, isteri yang berpuasa dan menyempurnakan puasanya dengan sempurna. Kalau seandainya datang haidh maka mereka diwajibkan berbuka sebab orang yang datang bulan tidak diwajibkan berpuasa. Bila selesai atau suci dari haidh maka ia cepat-cepat mengqadhanya sejumlah hari yang ditinggalkannya sehingga tidak melampaui tahun berikutnya yang menyebabkan kena denda (fidyah) disampang mengqadhanya.
Ketiga, isteri yang menjaga diri, kehormatannya, hartanya dan harta suaminya terutama di saat suami tidak ada bersamanya atau berada dalam kepergian. Keempat isteri yang thaat kepada suaminya. Isteri yang dijamin masuk syurga adalah isteri yang thaat dan patuh kepada perintah suaminya dan tidak membantah apalagi membangkang.
Seorang isteri tidak boleh menolak pangilan suaminya bila diajak ke tempat tidur dengan tanpa ada alasan yang diterima syara’. Bila ia enggan menuruti panggailan suaminya itu maka ia tidur dalam keadaan murka Allah kepadanya sampai pagi hari. Hal ini tidak berarti bahwa hanya isteri saja yang harus patuh kepada suami akan tetapi juga berlaku sebaliknya.
Empat amalan yang disebut di dalam hadits di atas adalah merupakan syarat bagi seorang isteri untuk masuk dalam syurga dengan tidak mengabaikan amal-amal shalih lainnya seperti berbuat baik kepada dua orang tuanya dan tidak mendurkainya. Isteri semacam ini adalah sosok calon penghuni syurga sebagaimana yang dijanjikan Rasulullah SAW.
Di akhirat kelak ia berhak menentukan sendiri pintu syurga yang mana yang ingin ia masuk. Rasanya tidak sulit seorang isteri mendapatkan syurga Allah bila dipenuhi empat macam di atas. Suami yang mana yang tidak senang bila melihat isterinya tha’at mengamalkan perintah Allah dan menjauhi diri dari segala kemaksiatan dan kemungkaran. Tentu seorang suami bisa mengikuti jejak isterinya untuk memperoleh syurga di akhirat kelak.
Laki-laki dan perempuan sama-sama mendapat balasan syurga dari Allah asal mau beramal shalih, namun hadits di atas khusus Rasulullah arahkan kepada seorang isteri agar menjadi contoh kepada suaminya sehingga suami juga dapat melakukan amalan yang sama sebagaimana yang diperintahkan kepada seorang isteri.
Begitulah harapan setiap suami kepada seorang isteri agar jangan terlena dengan kesenangan dan kemerlapan dunia yang serba sementara dan menggiurkan ini akan tetapi perlu mempersiapkan amalan untuk memperoleh kesenangan akhirat yang lebih kekal dan indah. Kita berdoa kepada Allah semoga kita diberkahi isteri yang rajin beribadah kepada Allah dan memperhatikan kewajibannya sebagai saorang isteri dan seorang ibu dari anak-anak kita, mampu mengurus diri, suami, harta dan anak-anaknya sehingga rumah tangga menajadi aman, damai, tenteram dan sentosa. Amin. WAllahu Waliyyuttawfiq.
source: http://www.malimsonline.com/tanda-tanda-istri-calon-penghuni-syurga/

CINTA DAN BENCI YANG DIPERBOLEHKAN ALLAH


Home » Agama » Cinta dan Benci Yang Diperbolehkan

Cinta dan Benci Yang Diperbolehkan

CINTA sulit didefinisikan, hanya dapat dirasakan. Love is a wonderful feeling, kata orang Inggris. Cinta adalah kekuatan yang mampu menggerakkan seseorang untuk berkorban apa saja demi membahagiakan sang kekasih dan dirinya. Tanda-tanda cinta yang utama adalah selalu mengingat orang/sesuatu yang dicintai, selalu ingin dekat dengannya, merindukannya, dan menuruti keinginannya.
Demikian pula cinta kepada Allah SWT. Muslim yang jatuh cinta kepada Allah akan selalu mengingat-nya (dzikrullah), merindukannya karenanya ia rajin beribadah sebagai medium berdekatan dengan Allah), dan menuruti perintah-nya.
Islam memerintahkan seorang Muslim hanya mencintai Allah SWT. Kecintaan terhadap apa pun di dunia ini, harus berlandaskan kecintaan kepada Allah. Seorang Muslim harus mencintai dan membenci karena Allah. Artinya, ia hanya mencintai yang dicintai Allah dan membenci yang dimurkai-Nya.
Cinta yang paling tinggi dan paling bermakna adalah cinta kepada Allah SWT.
Rasululloh Shalallahu Alaihi Wassalam  bersabda: “Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya niscaya ia akan merasakan manisnya iman:
(1)    Allah dan Rasul-Nya menjadi yang paling ia cintai daripada selain keduanya.
(2)    Mencintai seseorang karena Allah semata.
(3) Benci kembali kepada kekufuran sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda :
”Man ahabba lillhi, wa abghadha lillahi, wa a’thaa lillahi, wa mana’a lillaahi, faqadistakmalal iimaana.”
“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menolak karena Allah, maka ia benar-benar telah menyempurnakan iman.”
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga bersabda:
Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.?(HR.AtTirmidzi).
Dua hadis di atas memberikan informasi kepada kita bahwa Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridha kepada apa yang diridhai Allah, tidak ridha kepada yang tidak diridhai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dilarang Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia
diberi.
Dalam konteks syariat, yang dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah memberikan kasih sayang dan kecintaan kepada orang orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan. Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah memberikan rasa ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadanya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita,
Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasulnya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.Mereka itulah orang-orang yang ditetapkan Allah di dalam hati mereka dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya, Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepadanya. Mereka itulah golongan Allah, ketahuilah sesungguhnya hanya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. al-Mujadalah: 22)”
Para sahabat, tabi’ tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita sendiri, saudara-saudara kita, ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tua dan anak-anaknya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
 “Ciri keimanan yaitu mencintai kaum Anshar, sedangkan ciri kemunafikan yaitu membenci kaum Anshar.” (HR. Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata bahwasannya seorang mukmin wajib diberikan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu, dan seorang kafir wajib diberikan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu.
Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah, sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orang-orang yang beriman.
Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang terbagi dalam tiga kelompok sebagai berikut :
1.Orang-orang yang diberikan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya
2.Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya. Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk, maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka.
3.Orang-orang yang diberikan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh. Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islamorang yang mengingkari asma dan sifat Allah ta’ala, atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ah yang sesat dan menyesatkan, atau orang yang
melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya.Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh, karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.
Adapun beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah, antara lain:
1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’la. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
”Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) karena Allah Ta’ala.?(HR.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shohih)
2.Saling memberi hadiah. Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:
”Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.?(HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)”
3. Saling mengunjungi. Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah .
”Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.?(HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih)”
4. Saling menyebarkan salam.
Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.(HR. Muslim)
5. Meninggalkan dosa-dosa.. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
”Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa.(HR. Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Adab AlMufrad hal.84)”
6. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidak ada, dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman:Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain,sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya.
Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya.
Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah:
1.Mendapatkan kecintaan Allah.
2.Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.
3.Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat, pada
saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah.
4.Merasakan manisnya iman.
5.Meraih kesempurnaan iman.
6.Masuk Surga
Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah, mendapatkan kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya, meraih manisnya Iman, mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati
kita. Amiin.
SUMBER:
http://www.malimsonline.com/cinta-dan-benci-yang-diperbolehkan/
 

CINTA SEJATI DALAM ISLAM

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.
Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”
Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102
“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)
Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dan pada hadits lain beliau bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.
“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.
الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)
Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.
Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…
Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.
***
Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com
Footnote:
1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):
مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”
sumber: http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/cinta-sejati-dalam-islam.html

cinta karena Allah

Kamis, 09 Desember 2010

pengertian cinta karena Allah

Pengertian cinta karena Allah adalah mencintai seseorang lantaran ketaatannya kepada Allah Azza wa Jalla, atau cinta di jalan Allah.
Memang harus dibedakan mana yang mencintai pasangan jenisnya karena Allah Azza wa Jalla dan mana yang sekedar cinta karena ketertarikan kepada pasangan jenis saja, dan keduanya jelas berbeda. Hal itu dapat dilihat dari motif dasar dia mencintainya. Apakah dasarnya adalah agama dan keshalihannya ataukah tidak?
Biasanya seseorang mencintai kepada pasangan jenis, karena memang orang itu suka atau tertarik pada pasangan jenisnya saja, karena kecantikan dan ketampanan, atau hal lain yang menarik baginya. Dan tidak didasarkan cinta karena Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Oleh karena itu sebaiknya kita semua kembali melihat diri kita masing-masing, apakah sifat cinta karena Allah Azza wa Jalla telah ada dalam diri kita ataukah belum? Kalau sudah bersyukurlah dan mintalah kepada Allah agar tetap istiqomah, dan kalau belum marilah kita perbaiki iman dan Islam kita sehingga bisa tumbuh sifat tersebut dalam diri kita.
Dan perlu kita ketahui, kalau seandainya seseorang itu benar-benar cintanya karena Allah, maka pasti ia akan berusaha berjalan sesuai dengan syari’at agama Allah, dan tidak akan melanggar ketentuan-ketentuan dan larangan-larangan dari Allah
sumber:http://andymulia22.blogspot.com/2010/12/pengertian-cinta-karena-allah.html
 

Sabtu, 07 April 2012

PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG IMUNISASI DASAR


PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN
TENTANG IMUNISASI DASAR

D
i
s
u
s
u
n
Oleh:
WILDA DAHNIATI
WILDA HAKIKI
WIRNA SETIANI
YENNI LASYARI
YULINA SARI
TRI WIDYANINGSIH

DOSEN PEMBIMBING
ADE SUSANTI, S.Kep, Ns









PROGRAM STUDI DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
2012
PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN
          Hari / tanggal  :  Maret 2012
            Waktu             : 10 Menit
            Topik               : Imunisasi Dasar
            Tempat            : Ruang Fitrah Rs Haji Medan

A.    Latar Belakang
Pada masa awal kehidupannya bayi sangat rentan terkena penyakit berbahaya, seperti penyakit saluran pernapasan akut, polio, kerusakan hati, tetanus, campak. Bayi yang terkena penyakit tersebut memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Atau menyebabkan derita fisik dan mental berkepanjangan, bahkan bisa menimbulkan cacat permanen.
B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
.setelah dilakukan penyuluhan ibu dapat mengerti tentang imunisasi dasar
2.      Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tersebut, ibu dapat:
-          Menyebutkan pengertian imunisasi dasar
-          menyebutkan perlindungan bayi  dengan lima imunisasi dasar lengkap

-          menyebutkan tentang jangan risau bila anak anda demam setelah di imunisasi



C.     Sasaran
Ibu yang mempuyai bayi

D.    Metode
Ceramah dan Tanya jawab
E.     Media dan alat
Brosur
F.     Setting Acara
KEGIATAN
PENYULUH
PESERTA
MEDIA
WAKTU
Pendahuluan



Penyajian










Penutup
-          Mengucapkan salam
-          Memperkenalkan Diri
-          Menjelaskan tentang imuisasi dasar
-          Memberi kesempatan pada ibu untuk bertanya
-          Menanyakan kembali kepada ibu tentang apa yang telah disampaikan
-          Menarik kesimpulan
-          Mengucapkan salam
-          Menjawab salam
-          Mendengarkan

-          Mendengarkan


-          Bertanya


-          Menjawab






-          Menjawab salam
Brosur
3 menit



5 menit












2 menit

G.    Kriteria Hasil
- Evaluasi Struktural   : Lokasi Penyuluhan Mudah di jangkau
- Evaluasi Proses         : Berjalan dengan baik
- Evaluasi Akhir          :  Diharapkan Ibu dapat mengerti tentang imunisasi dasar



LAMPIRAN MATERI
IMUNISASI DASAR

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa, tidak terjadi penyakit dilakukan dengan pemberian vaksin.
Vaksin adalah mikroorganisme yang diubah sedemikian rupa sehingga toksisitasnya hilang tetapi masih tetap mengandung antigenitas.
Imunisasi dasar  adalah pemberian 5 vaksin imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk bayi dibawah 1 tahun.
Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat.
Penangan atas efek samping yang terjadi seperti:
Ø  Demam,  pakaikan baju yang tipis,  berikan Paracetamol dengan dosis 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam dengan maksimal 6 kali dalam 24 jam. Dapat dimandikan atau cukup diseka dengan air hangat.
Ø  Nyeri pada suntikan, kompres dengan air dingin.
Ø  Jika reaksi berat dan menetap, bawalah ke dokter.




Imunisasi dasar terdiri dari:
1.      Hepatitis B
2.      BCG
3.      Polio
4.      DPT
5.      Campak

1.      Hepatitis B
Hepatitis B adalah vaksin yang mencegah penyakit  Hepatitis B dan kerusakan hati.
-      Jadwal Pemberian
Diberikan pada usia kurang dari 7 hari
-      Efek Samping
Nyeri, bengkak, panas mual, nyeri sendi maupun otot.
-      Kontra Indikasi
Sampai saat ini belum dipastikan adanya kontraindikasi absolute terhadap pemberian imunisasi hepatitis B, terkecuali pada ibu hamil.
2.      BCG (Baccile Calmette Guerin)
BCG adalah vaksin yang mencegah penyakit Tuberklosis (TBC) yang berat.
-      Jadwal imunisasi
Diberikan pada umur ≤ 2 bulan. Namun, pada jadwal imunisasi dapat diberikan pada umur 0-12 bulan.
-      Efek Samping
Akan menimbulkan  Papula (bisul).
-      Kontraindikasi
Infeksi HIV, anak menderita gizi buruk, demam tinggi, infeksi kulit yang luas, pernah sakit tuberculosis dan hamil.
3.      Polio
Polio adalah vaksin yang mencegah polio yang dapat menyebabkan lumpuh layuh pada tungkai dan atau lengan.
-      Jadwal imunisasi
Diberikan 4 kali pada umur 1 sampai 4 bulan
-      Efek Samping
Pusing, diare ringan, dan sakit pada otot.
-      Kontra Indikasi
Demam, muntah atau diare dan infeksi HIV.
4.      DPT
Adalah vaksin yang mencegah penyakit difteri  yang dapat menyebabkan penyumbatan jalan nafas dan batuk rejan ( batuk 100 hari) serta tetanus.
-      Jadwal imunisasi
Diberikan 3 kali, yang dimulai pada umur 2 bulan.
-      Efek Samping
Kemerahan, bengkak dan nyeri
5.      Campak
Campak adalah vaksin yang mencegah penularan campak yang mengakibatkan komplikasi radang paru, radang otak dan kebutaan.
-      Jadwal imunisasi
Diberikan pada umur 9 bulan
-      Efek Samping
Demam dan ruam
-      Kontra Indikasi
Riwayat alergi, hamil dan demam tinggi.